• Arsip

  • Pendataan Anggota

    Formulir Data

    Cek Data

  • TNA

    Formulir Data

    Cek Data

  • Link Pendidikan

    header_011.jpg

    belajar.jpg

    puspendikcom.jpg

    p4tk2.gif

    logo

    imo

    pmri2.gif

    science

    guru

    klubguru

  • Tulisan Teratas

  • Admin

Hasil TNA Tahun 2016

Hasil TNA

 

Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran/Pembimbingan berlaku terbatas, tidak berlaku untuk Sekolah Dasar

Adanya kebijakan untuk kembali pada Kurikulum Tahun 2006 berdampak pada terjadinya sebagian guru tidak terpenuhi beban mengajar 24 jam tatap muka per minggu berdasarkan Kurikulum Tahun 2006. Akibatnya adalah mereka tidak akan memperoleh SKTP sebagai dasar untuk memperoleh tunjangan profesi.

Untuk mengatasi kondisi pemenuhan beban mengajar – agar mereka memperoleh tunjangan profesi, dibuat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang terkait dengan ekivalensi kegiatan pembelajaran pembimbingan di luar tatap muka sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja tatap muka minimal 24 jam per minggu. Khusus untuk jenjang SMP, hanya rombel yang terdaftar pada data dapodik semester pertama tahun ajaran 2014/2015 sebagai rombel yang melaksanakan kurikulum 2013.

Kegiatan Pemilihan Ketua OSIS Ekuivalensi sendiri dapat diartikan sebagai ‘senilai’, yang dalam konteks ini diartikan beberapa kegiatan di luar jam tatap muka diakui senilai dengan jam tatap muka di kelas, diantaranya :

No Kegiatan Jumlah Kegiatan/Kelas/ Kelompok/Orang Ekuivalensi Beban Kerja Per Minggu
1 Walikelas Satu kelas per tahun 2 Jampel
2 Membina OSIS Pengurus OSIS 1 jam pelajaran
3 Menjadi guru piket 1 kali dalam seminggu 1 jam pelajaran
4 Membina kegiatan ekstrakurikuler, seperti OSN, Keagamaan, Pramuka, Olah raga, Kesenian, UKS, PMR, Pencinta Alam, dan KIR Satu paket per tahun 2 jam pelajaran
5 Menjadi tutor Paket A, Paket B, Paket C, Paket C Kejuruan, atau program pendidikan kesetaraan Jam pelajaran per minggu Sesuai dengan alokasi jam pelajaran per minggu, maksimal 6 jam pelajaran

Ekuivalensi kegiatan pembelajaran/pembimbingan ini diakui paling banyak 25% beban mengajar guru atau 6 jam tatap muka per minggu yang dibuktikan dengan bukti fisik.dan hanya berlaku sampai dengan 31 Desember 2016. Sehingga pada 1 Januari 2017 guru yang memenuhi 24 jam tatap muka per minggu dengan melakukan ekuivalensi kegiatan pembelajaran harus dapat menyesuaikan kembali jumlah jam tatap muka per minggu sebanyak minimal 24 jam sesuai dengan peraturan yang berlaku

Kegiatan pembelajaran/pembimbingan di luar tatap muka yang dapat diekuivalensikan sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja tatap muka minimal 24 jam per minggu, diperuntukkan bagi guru SMP/SMA/SMK yang mengajar mata pelajaran tertentu pada rombongan belajar yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada semester pertama menjadi Kurikulum Tahun 2006 pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015.

Perlu diingat bahwa bukan mata pelajarannya yang diekuivalensi, akan tetapi guru yang mengajar mata pelajaran tertentu pada rombongan belajar yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada semester pertama menjadi Kurikulum Tahun 2006 pada semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 yang dapat melakukan ekuivalensi kegiatan pembelajaran/ pembimbingan di luar tatap muka sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja tatap muka minimal 24 jam per minggu.

Mereka yang terkena dampak adalah yang mengajar :

  • Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Seni Budaya, dan TIK pada SMP,
  • Mata pelajaran Geografi, Matematika, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Sejarah, dan TIK pada SMA dan
  • Mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Sejarah, dan TIK/KKPI pada SMK.

Dengan demikian ekuivalensi ini tidak berlaku bagi guru-guru pada Sekolah Dasar karena guru di sekolah dasar merupakan guru kelas, yang beban kerjanya sudah bisa mencukupi 24 jam tatap muka per minggu dan bahkan bisa lebih dari itu berdasarkan struktur program kurikulum.

Adapun guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Sekolah Dasar. alokasi waktu mata pelajaran tersebut dalam struktur kurikulum SD berdasarkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Tahun 2006 tidak mengalami perubahan, sehingga tidak ada masalah dalam pemenuhan beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per minggu jika rombongan belajarnya mencukupi.

Apabila rombongan belajarnya tidak mencukupi, guru-guru mata pelajaran tersebut, terutama yang telah bersertifikat pendidik tidak hanya dapat mengajar di sekolahnya, namun juga bisa mengajar di SD lain, SMP, SMA, atau SMK untuk mata pelajaran yang sama dengan sertifikat pendidiknya. Dengan demikian tidak diperlukan kegiatan ekuivalensi dalam pemenuhan beban mengajarnya.

Referensi :

  1. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran/Pembimbingan Bagi Guru yang Bertugas pada SMP/SMA/SMK yang melaksanakan Kurikulum 2013 pada semester pertama menjadi Kurikulum Tahun 2006 pada semester kedua Tahun Pelajaran 2014/2015

  2. Buku Tanya Jawab tentang EKUIVALENSI KEGIATAN pembelajaran/pembimbingan bagi guru yang bertugas pada SMP/SMA/SMK yang melaksanakan kurikulum 2013 pada semester pertama menjadi kurikulum tahun 2006 pada semester kedua

  3. http://al-maududy.blogspot.co.id/2015/02/ekuivalensi-kegiatan.html

Pertemuan MGMP bulan Pebruari

Pebruari-01Parepare, 12 Pebruari 2016. Bertempat di SMP Negeri 4 Parepare, pertemuan rutin MGMP dengan agenda: (1) pemaparan hasil TNA, (2) Pembahasan program desiminasi.

Evaluasi Hasil TNA

Tingkat partisipasi anggota MGMP dalam mengisi TNA yang telah dilaksanakan dari tanggal: 31 Januari 2016 s.d 12 Pebruari 2016, sebesar 29,30% angka partisipasi tersebut belumlah mencapai apa yang diharapkan sehingga kesimpulan yang diperoleh dari hasil TNA tersebut belum dapat disimpulkan sehingga disepakati bahwa program TNA tetap dilanjutkan sampai satu minggu ke depan. Continue reading

Instrumen Training Need Analysis (TNA)

silahkan teman-teman anggota MGMP mengisi TNA, sebagai dasar penyusunan program MGMP tahun 2016

Pretest BIMTEK Pengembangan PTK Dikdas

Silahkan klik salah satu Link di bawah ini untuk memulai Pretest, Masukkan User dan Password yang telah diberikan:

  1. SMPN 1 di link DIKLAT 01
  2. SMPN 2 di link DIKLAT 02
  3. SMPN 3 di link DIKLAT 03
  4. SMPN 4 di link DIKLAT 04
  5. SMPN 5 di link DIKLAT 05
  6. SMPN 6 di link DIKLAT 06
  7. SMPN 7 di link DIKLAT 07
  8. SMPN 8 di link DIKLAT 08
  9. SMPN 9 di link DIKLAT 09
  10. SMPN 10 di link DIKLAT 10
  11. SMPN 11 di link DIKLAT 11
  12. SMPN 12 di link DIKLAT 12
  13. SMPN 13 di link DIKLAT 13
  14. MTsN di link DIKLAT 14
  15. SMPFrater di link DIKLAT 15
  16. SMPPGRI1 di link DIKLAT 16

SELAMAT BEKERJA

Latihan Membuat Soal

Workshop Pengembangan Karier PTK Dikdas

This slideshow requires JavaScript.

Musyawarah guru mata pelajaran matematika MGMP Matematika Tingkat SMP melaksanakan Workshop Pengembangan Karier PTK Dikdas Tahun 2012, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 9 – 17 Juli 2012, kegiatan ini diikuti 30 guru matematika Tingkat SMP/MTs Negeri dan Swasta di Kota Parepare, peserta tersebut terdiri dari PNS dan Non-PNS.

Materi yang disajikan pada kegiatan tersebut adalah: (1) Materi Paparan Publikasi Ilmiah, (2) Paparan karya inovatif, (3) Pengembangan Perangkat Pembelajaran, (4) Pemetaan Model, pendekatan dan Metode Pembelajaran, (5) Paparan modivikasi alat peraga, (6) Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK), (7) Sistem penilaian, (8) Paparan pengembangan media interaktif, (9) Penulisan artikel Ilmiah. Pemateri dalam kegiatan ini antara lain berasal dari Universitas Muhammadiyah Parepare yaitu Dra. Hastuti Musa, M.Si dan Dr. Amaluddin, M.Hum disamping itu Unsur dari Dinas Pendidikan: Kepala Dinas Pendidikan (Drs, Mustafa Mappangara) Pengawas Matematika SMA/SMP (Hasbi Latif, S.Pd.M.Pd), Komunitas Peduli IT (Hasbudi, S.Kom), MGMP Matematika (Makmur, S.Pd.M.Pd dan Sudalto, S.Pd), serta fasilitator MGMP.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, dalam arahannya mengharapkan kepada semua peserta workshop dapat melaksanakan hasil workshop yang dihasilkan.