MARI KITA BER-CTL (Contextual Teaching dan Learning)

Sudalto, S.Pd (Ketua MGMP Matematika SMP Kota Parepare)

“students learn best by actively constructing their own understanding”
“Cara belajar terbaik adalah siswa mengkonstuksikan sendiri secara aktif pemahamannya”

– Pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya pada hari itu
– Catatan atau jurnal di buku siswa
– Kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari itu
– Diskusi
– Hasil karya

– Proyek/kegiatan dan laporannya
– PR
– Kuis
– Karya siswa
– Presentasi atau penampilan siswa
– Demonstrasi
– Laporan
– Jurnal
– Hasil tes tulis
– Karya tulis
HAKIKAT PEMBELAJARAN KONSTEKTUAL

Pembelajaran kontekstual (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

MOTTO CTL

“students learn best by actively constructing their own understanding”
“Cara belajar terbaik adalah siswa mengkonstuksikan sendiri secara aktif pemahamannya”

PERBEDAAN PENDEKATAN KONSTEKTUAL (CTL) DENGAN PENDEKATAN TRADISIONAL (BEHAVIORISME/STRUKTURALISME)

NO.

Tradisional

CTL

1

Siswa adalah penerima informasi secara pasif. Siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran

2

Siswa belajar secara individu Siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi.

3

Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan

4

Perilaku dibangun atas kebiasaan Perilaku dibangun atas kesadaran diri

5

Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman

6

Hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor Hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri.

7

Seseorang tidak melaukan yang jelek karena dia takut hukuman Seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan

8

Bahasa diajarkan dengan pendektan stuktural: rumus diterangkan sampai paham, kemudian dilatihkan Bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif, yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata

9

Rumus/konsep  itu ada diluar diri siswa, yang harus diterangkan, diterima, dihafalkan, dan dilatihkan Pemahaman konsep/rumus dikembangkan atas dasar skemata yng sudah ada dalam diri siswa

10

Rumus/konsep adalah kebenaran absolute(sama untuk semua orang). Hanya ada 2 kemungkinan yaitu pemahaman salah dan benar Pemahaman rumus itu relative berbeda antara siswa yang satu dengan lainnya, sesuai dengan skemata siswa (on going process of development)

11

Siswa secara pasif menerima rumus atau kaida (membaca, mendengarkan, mencatat, menghafal), tanpa memberikan kontribusi ide dalm proses pembelajaran Siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis, terlibat penuh dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efekif, ikut bertanggung jawab atsterjadinya proses pembelajaran yang efektif, dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran.

12

Pengetahuan adalah penangkapan serangkian fakta, konsep, atau hukum yang berada diluar diri manusia Pengetahuan yang dimiliki manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. Menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya

13

Kebenaran bersifat absolute dan pengetahuan bersifat final. Pengetahuan itu tidak pernah stabil, selalu berkembang (tentative & incomplete)

14

Guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran Siswa diminta bertanggung jawab memonitor dan mengembangkan pembelajran mereka masing-masing.

15

Pembelajaran tidak memperhatikn pengalaman siswa Penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan

16

Hasil belajar diukur hanya dengan tes Hasil belajar diukur dengan berbagai cara:proses bekerja, hasil karya, penampilan, rekaman, tes, dan sebagainya.

17

Pembelajaran hanya terjadi di kelas Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks, dan setting.

18

Sanksi adalah hukuman dari peilaku jelek Penyesalan adalah hukuman dari perilaku jelek

19

Perilaku baik berdasar motivasi ekstrinsik (dari luar) Perilaku baik berdasar motivasi instrinsik (dari dalam)

20

Seseorang berperilaku baik karena dia terbiasa melakukan begitu. Kebiasan ini dibangun dengan hdiah yang menyenangkan Seseorang berperilaku baik karena dia yakin itulah yang terbaik dan bermanfaat.

c. Tingkah laku mengajar (Sintaks)

FASE-FASE

PERILAKU GURU

Fase 1Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Guru menyampaikan tujuan, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar.
Fase 2Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan Guru mendemonstrasikan keterampilan yang benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap.
Fase 3Membimbing pelatihan Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal.
Fase 4Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik Guru Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik.
Fase 5Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi yang lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari.

Lampiran 1 . Contoh Desain Pembelajaran CTL

Mata Pelajaran :
Kelas :
Materi Pokok :
Sub Materi :
Alokasi Waktu :

I. Kompetensi Dasar

II. Indikator
Siswa Dapat :
Keterampilan Sosial :
Siswa Dapat :
1.Mengajukan pertanyaan
2.Menyampaikan Pendapat/menjawab pertanyaan
3.Menjadi pendengar yang aktif
III. Model Pembelajaran
Pembelajaran Kooperatif (CL) tipe STAD
IV. Sumber Pembelajaran
V. Alat dan Bahan
VI. Kegiatan Belajar Mengajar
A. Kegiatan Awal (10 menit)
1.Memotivasi siswa dengan menceritakan pengalaman sehari-hari yang berhubungan materi (Fase 1)
2.Pada papan tulis menuliskan Materi Pokok serta Sub materi (Fase 1)
3.Menyampaikan kompetensi dasar dan Menuliskan indikator yang ingin dicapai pada papan tulis(Fase 1)
B. Kegiatan Inti (70 menit)
1.Menyampaikan informasi singkat dan melakukan pemodelan/demonstrasi (fase 2)
2.Menanyakan kepada siswa apa yang dirasakannya dari modeling (fase 2)
3.Meminta siswa duduk dalam tatanan kelompok (Fase 3)
4.Membagikan LKS serta Alat dan Bahan (jika ada) tiap kelompok (fase 3)
5.Meminta siswa melakukan kegiatan LKS dan guru membimbing tiap-tiap kelompok (fase 4)
6.Meminta tiap kelompok / beberapa melakukan presentasi hasil dan kelompok lain menanggapinya (fase 5)
7.Guru memberikan penguatan (fase 6)
C. Kegaiatan Akhir (10 menit)
1.Mengevaluasi siswa dengan memberi pertanyaan secara lisan seputar indikator (fase 5)
2.Memberi penghargaan pada siswa atau kelompok yang kinerjanya bagus (fase 6)
3.Membimbing siswa membuat kesimpulan pada papan tulis sesuai indikator yang ditulis dipapan (fase 6)
4.Mengembalikan alat dan bahan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: